Penentuan Kadar P2O5 yang larut dalam air
LAPORAN LENGKAP
Nama
: MUHAMMAD
HASYIM
Kelas/Nis
: III.A / 124840
Kelompok
: A.1.3
Tanggal
: 17 Maret
2015
Judul Penetapan
: Penentuan Kadar P2O5 yang larut dalam
air
Tujuan Penetapan :
Untuk mengretahui kadar P2O5 yang larut dalam air
Dasar Prinsip
: Sampel diendapkan dengan NH4OH dengan
penambahan NH4Cl, lalu dipijarkan
Reaksi
:
Landasan Teori :
Di Indonesia, jumlah cadangan yang telah
diselidiki adalah 2,5 juta ton endapan guano (kadar P2O5= 0,17-43 %).
Keterdapatannya di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi
Utara, Sulawesi Tengah dan NTT, sedangkan tempat lainnya adalah Sumatera Utara,
Kalimantan, dan Irian Jaya.
Di Indonesia, eksplorasi
fosfat dimulai sejak tahun 1919. Umumnya, kondisi endapan fosfat guano yang ada
ber-bentuk lensa-lensa, sehingga untuk penentuan jumlah cadangan, dibuat sumur
uji pada kedalaman 2 -5 meter. Selanjutnya, pengambilan conto untuk analisis
kandungan fosfat.Eksplorasi rinci juga dapat dilakukan dengan pemboran apabila
kondisi struktur geologi total diketahui.
Fosfor merupakan salah
satu bahan kimia yang sangat penting bagi mahluk hidup. Fosfor terdapat di alam
dalam dua bentuk yaitu senyawa fosfat organik dan senyawa fosfat anorganik.
Senyawa fosfat organik terdapat pada tumbuhan dan hewan, sedangkan senyawa
fosfat anorganik terdapat pada air dan tanah dimana fosfat ini terlarut dia air
tanah maupun air laut yang terkikis dan mengendap di sedimen.
Fosfor juga merupakan
faktor pembatas. Perbandingan fosfor dengan unsur lain dalam ekosistem air
lebih kecil daripada dalam tubuh organisme hidup. Diduga bahwa fosfor merupakan
nutrien pembatas dalam eutrofikasi; artinya air dapat mempunyai misalnya
konsentrasi nitrat yang tinggi tanpa percepatan eutrofikasi asalkan fosfat
sangat rendah ( Sastrawijaya, 1991). Fosfat terdapat dalam air alam atau air
limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat organis. Setiap
senyawa fosfat tersebut terdapat dalam bentuk terlarut, tersuspensi atau
terikat di dalam sel organisme air.
Di daerah pertanian
ortofosfat berasal dari bahan pupuk yang masuk ke dalam sungai atau danau
melalui drainase dan aliran air hujan. Polifosfat dapat memasuki sungai melalui
air buangan penduduk dan industri yang menggunakan bahan detergen yang
mengandung fosfat, seperti industri logam dan sebagainya. Fosfat organis
terdapat dalam air buangan penduduk (tinja) dan sisa makanan. Fosfat organis
dapat pula terjadi dari ortofosfat yang terlarut melalui proses biologis karena
baik bakteri maupun tanaman menyerap fosfat bagi pertumbuhannya ( Alaerts,
1984). Keberadaan senyawa fosfat dalam air sangat berpengaruh terhadap keseimbangan
ekosistem perairan. Bila kadar fosfat dalam air rendah (< 0,01 mg P/L),
pertumbuhan ganggang akan terhalang, kedaan ini dinamakan oligotrop. Sebaliknya
bila kadar fosfat dalam air tinggi, pertumbuhan tanaman dan ganggang tidak
terbatas lagi (kedaaan eutrop), sehingga dapat mengurangi jumlah oksigen
terlarut air. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kelestrian ekosistem
perairan.
Kegunaan
Fosfor/Fosfat Kegunaan fosfor yang penting adalah dalam pembuatan pupuk, dan
secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, pestisida, odol dan
deterjen. Selain itu juga diperlukan untuk memperkuat tulang dan gigi. 2.6
Proses Fosfor / Fosfat Dalam Lingkungan Hidup Perputaran unsur fosfor dalam
lingkungan hidup relatif sederhana bila dibandingkan dengan perputaran bahan
kimia lainnya, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai
pembawa energi dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Perputaran unsur fosfor
adalah perputaran bahan kimia yang menghasilkan endapan seperti halnya
perputaran kalsium.
Dalam
lingkungan hidup ini tidak diketemukan senyawa fosfor dalam bentuk gas, unsur
fosfor yang terdapat dalam atmosfir adalah partikel-partikel fosfor padat. Batu
karang fosfat dalam tanah terkikis karena pengaruh iklim menjadi senyawa-senyawa
fosfat yang terlarut dalam air tanah dan dapat digunakan/diambil oleh
tumbuh-tumbuhan untuk kebutuhan hidupnya /pertumbuhannnya. Penguraian senyawa
organik (tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati serta detergen limbah rumah tangga
) menghasilkan senyawa-senyawa fosfat yang dapat menyuburkan tanah untuk
pertanian. Sebagai senyawa fosfat yang terlarut dalam air tanah akan terbawa
oleh aliran air sungai menuju ke laut atau ke danau, kemudian mengendap pada
dasar laut atau dasar danau.
PUPUK TSP
PUPUK TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinyatriple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya.
Pupuk SP-36 merupakan hasil reaksi antara BP dengan
asam sulfat, bersifat tidak higroskopis dan larut dalam air sehingga cepat
tersedia bagi Pupuk SP-36 merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi
kebutuhan tanaman akan unsur hara fosfor karena keunggulan yang dimilikinya,
kandungan hara fosfor dalam bentuk tinggi yaitu sebesar 36%, unsur hara fosfor
yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnya larut dalam air,
tidak mudah menghisap air, sehingga dapat disimpancukup lama dalam kondisi
penyimpanan yang baik.
Meningkatnya perkembangan pertanian saat ini mulai bergerak
kearah penggunaan pupuk yang ramah lingkungan sehingga mampu mengembalikan
danmeningkatkan kemampuan tanah untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan
tanamanselama pertumbuhan.
Dengan mengetahui proses pemupukan yang tepat, maka perlu
dilakukan pengkajian penelitian tentang analisis bahan pupuk dari sumber pupuk
SP-36 dari berbagai produk di pasaran. Pupuk yang akan dipasarkan untuk
keperluan sektor pertanian harus memenuhi standar mutu dan terjamin
efektivitasnya serta wajib didaftarkan kepada Direktorat Pupuk.
Dalam rangka mendukung terlaksananya pengujianmutu dan uji
efektivitas ini diperlukan adanya standarisasi metode pengujian berupa petunjuk
teknis metodologi pengujian efektivitas pupuk pada praktikum analisis bahan
pertanian dan lingkungan yang berjudul Analisis Nitrogen, Fosfor, Sulfur dan
Besi dari Bahan Pupuk SP-36 Fosfor merupakan unsur hara esensial.
Tanaman membutuhkan fosfor yang cukup untuk pertumbuhannya
secara normal. Fosfor memiliki peranan penting dalam tanaman,yaitu berperan
dalam proses fotosintesis, respirasi, membantu mempercepat perkembangan akar dan
perkecambahan serta berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel.
Pupuk SP-36 mengandung 36% fosfor dalam bentuk dan dalam jumlah makro. Pupuk SP-36 berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Pupuk SP-36 memiliki beberapa keunggulan, yaitu Kandungan hara fosfor dalam bentuk tinggi yaitusebesar 36%.
Unsur hara fosfor yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnyalarut dalam air. Tidak bersifat higroskopis, sehingga dapat disimpan cukup lama dalamkondisi penyimpanan yang baik. Karena peranan fosfor sangat penting pada tanaman,maka perlu dilakukan analisis fosfor pada pupuk SP-36.
Spesifikasi
Kadar P2O5 total minimal 36%
Kadar P2O5 larut Asam Sitrat minimal 34%
Kadar P2O5 larut dalam air minimal 30%
Kadar air maksimal 5%
Kadar Asam Bebas sebagai H3PO4 maksimal 6%
Bentuk butiran
Warna abu-abu
Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg
Sifat, manfaat dan keunggulan pupuk SP 36
Tidak higroskopis
Mudah larut dalam air
Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
Memacu pertumbuhan akar dan sistim perakaran yang baik
Memacu pembentukan bunga dan masaknya buah/biji
Mempercepat panen
Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit
dan kekeringan
Cara penggunaan pupuk SP 36
Untuk tanaman semusim, pupuk SP 36 sebaiknya digunakan sebagai pupuk dasar. Sedangkan untuk tanaman tahunan diberikan pada awal atau akhir musim hujan atau segera setelah panen
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya. Reaksi dasarnya sebagai berikut:
Ca3(PO4)2CaF + H3PO4 -->
Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF
Alat & Bahan :
v Alat
v Gelas Piala 100 , 300 ml
v Gelas Ukur 10 ml
v Neraca Digital
v Kaki Tiga
v Corong
v Pengaduk
v Cawan Porselin
v Tanur
v Eksikator
v Kertas Saring
v Bahan
v Pupuk TSP
v Aquadest Panas
v NH4Cl 2M
v Campuran Magnesia
v HCl 1:1
v Indikator PP
v NH4OH (1:10) & (1:20)
Cara
Kerja
:
1. Ditimbang pupuk
TSP + 1 g.
2. Dilarutkan dengan aquadest
kedalam gelas piala kemudian dipanaskan.
3. Saring dengan kertas saring
berlipat.
4. Endapan dicuci dengan 3×10
ml aquadest panas
5. Filtrat ditampung lalu,
ditambahkan NH4Cl 2M + 10 mL.
6. Ditambahkan campuran
Magnesia 10 mL, jika keruh ditambahkan HCl 1:1 hingga larut
7. Dibubuhi indikator PP
kemudian endapkan dengan NH4OH 1:10 berlebih, hingga larutan berwarna merah
muda seulas.
8. Didinginkan dalam es
9. Lalu, disaring dan dicuci
hingga bebas Cl- dengan NH4OH 1:20
10. Endapan
dikeringkan dalam oven (T=1050C)
11. Endapan
diperarang, dipijarkan, didinginkan, dan timbang hingga bobot tetap.
12. Menghitung
kadar P2O5 dalam air
Pengamatan
:
1. Bobot cawan
kosong : 25, 2542
Gram
2. Bobot cawan +
abu :
24, 9130 Gram
3. Bobot
Abu
: 0,3412 Gram
4. Bobot
sample
: 2,0312 Gram
Perhitungan
:
Kadar P205
= Mr/Ar x Bobot abu X 100%
Mg Sampel
= 142/222 x 0,3412 g X 100%
2,0312 g
= 10,74 %
Kesimpulan
:
Dari
hasil pengamatan dan pehitungan dapat disimpulkan bahwa :
kadar P2O5 yang larut dalam air adalah sebesar 10,74 %
Lembar Pengesahan :
Lembar Pengesahan :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar