Minggu, 31 Mei 2015

Penentuan Kadar P2O5 yang larut dalam air



Penentuan Kadar P2O5 yang larut dalam air

LAPORAN  LENGKAP
  

Nama                                  :  MUHAMMAD HASYIM
Kelas/Nis                            :  III.A / 124840
Kelompok                          :  A.1.3
Tanggal                              :  17 Maret 2015     
Judul Penetapan               :   Penentuan Kadar P2O5 yang      larut dalam air
Tujuan Penetapan            :   Untuk mengretahui kadar  P2O5 yang larut dalam air
Dasar Prinsip                     : Sampel diendapkan dengan NH4OH dengan penambahan NH4Cl, lalu dipijarkan

Reaksi                            :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc5GBqvS-qyuJyLnlHRMK3WTh61-SPMTUsjoe6TQHvnrlA5J99XU-DlU9me4lsuAKvL-VS1uWfsusjsEKexhdGMLK4N0aOvk7bMyShc6SWflOkn09dUOCYj1EY146bRm2CQcU7Xri0t3d_/s400/reaksi+p2o5.png


Landasan Teori  :
     Di Indonesia, jumlah cadangan yang telah diselidiki adalah 2,5 juta ton endapan guano (kadar P2O5= 0,17-43 %). Keterdapatannya di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan NTT, sedangkan tempat lainnya adalah Sumatera Utara, Kalimantan, dan Irian Jaya.
          Di Indonesia, eksplorasi fosfat dimulai sejak tahun 1919. Umumnya, kondisi endapan fosfat guano yang ada ber-bentuk lensa-lensa, sehingga untuk penentuan jumlah cadangan, dibuat sumur uji pada kedalaman 2 -5 meter. Selanjutnya, pengambilan conto untuk analisis kandungan fosfat.Eksplorasi rinci juga dapat dilakukan dengan pemboran apabila kondisi struktur geologi total diketahui.
          Fosfor merupakan salah satu bahan kimia yang sangat penting bagi mahluk hidup. Fosfor terdapat di alam dalam dua bentuk yaitu senyawa fosfat organik dan senyawa fosfat anorganik. Senyawa fosfat organik terdapat pada tumbuhan dan hewan, sedangkan senyawa fosfat anorganik terdapat pada air dan tanah dimana fosfat ini terlarut dia air tanah maupun air laut yang terkikis dan mengendap di sedimen. 
         Fosfor juga merupakan faktor pembatas. Perbandingan fosfor dengan unsur lain dalam ekosistem air lebih kecil daripada dalam tubuh organisme hidup. Diduga bahwa fosfor merupakan nutrien pembatas dalam eutrofikasi; artinya air dapat mempunyai misalnya konsentrasi nitrat yang tinggi tanpa percepatan eutrofikasi asalkan fosfat sangat rendah ( Sastrawijaya, 1991). Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat organis. Setiap senyawa fosfat tersebut terdapat dalam bentuk terlarut, tersuspensi atau terikat di dalam sel organisme air. 
           Di daerah pertanian ortofosfat berasal dari bahan pupuk yang masuk ke dalam sungai atau danau melalui drainase dan aliran air hujan. Polifosfat dapat memasuki sungai melalui air buangan penduduk dan industri yang menggunakan bahan detergen yang mengandung fosfat, seperti industri logam dan sebagainya. Fosfat organis terdapat dalam air buangan penduduk (tinja) dan sisa makanan. Fosfat organis dapat pula terjadi dari ortofosfat yang terlarut melalui proses biologis karena baik bakteri maupun tanaman menyerap fosfat bagi pertumbuhannya ( Alaerts, 1984). Keberadaan senyawa fosfat dalam air sangat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Bila kadar fosfat dalam air rendah (< 0,01 mg P/L), pertumbuhan ganggang akan terhalang, kedaan ini dinamakan oligotrop. Sebaliknya bila kadar fosfat dalam air tinggi, pertumbuhan tanaman dan ganggang tidak terbatas lagi (kedaaan eutrop), sehingga dapat mengurangi jumlah oksigen terlarut air. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kelestrian ekosistem perairan.
            Kegunaan Fosfor/Fosfat Kegunaan fosfor yang penting adalah dalam pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, pestisida, odol dan deterjen. Selain itu juga diperlukan untuk memperkuat tulang dan gigi. 2.6 Proses Fosfor / Fosfat Dalam Lingkungan Hidup Perputaran unsur fosfor dalam lingkungan hidup relatif sederhana bila dibandingkan dengan perputaran bahan kimia lainnya, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai pembawa energi dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat). Perputaran unsur fosfor adalah perputaran bahan kimia yang menghasilkan endapan seperti halnya perputaran kalsium. 
             Dalam lingkungan hidup ini tidak diketemukan senyawa fosfor dalam bentuk gas, unsur fosfor yang terdapat dalam atmosfir adalah partikel-partikel fosfor padat. Batu karang fosfat dalam tanah terkikis karena pengaruh iklim menjadi senyawa-senyawa fosfat yang terlarut dalam air tanah dan dapat digunakan/diambil oleh tumbuh-tumbuhan untuk kebutuhan hidupnya /pertumbuhannnya. Penguraian senyawa organik (tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati serta detergen limbah rumah tangga ) menghasilkan senyawa-senyawa fosfat yang dapat menyuburkan tanah untuk pertanian. Sebagai senyawa fosfat yang terlarut dalam air tanah akan terbawa oleh aliran air sungai menuju ke laut atau ke danau, kemudian mengendap pada dasar laut atau dasar danau.
PUPUK TSP

PUPUK TSP

Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinyatriple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya.

Pupuk SP-36 merupakan hasil reaksi antara BP dengan asam sulfat, bersifat tidak higroskopis dan larut dalam air sehingga cepat tersedia bagi Pupuk SP-36 merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara fosfor karena keunggulan yang dimilikinya, kandungan hara fosfor dalam bentuk tinggi yaitu sebesar 36%, unsur hara fosfor yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnya larut dalam air, tidak mudah menghisap air, sehingga dapat disimpancukup lama dalam kondisi penyimpanan yang baik.
Meningkatnya perkembangan pertanian saat ini mulai bergerak kearah penggunaan pupuk yang ramah lingkungan sehingga mampu mengembalikan danmeningkatkan kemampuan tanah untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tanamanselama pertumbuhan.
Dengan mengetahui proses pemupukan yang tepat, maka perlu dilakukan pengkajian penelitian tentang analisis bahan pupuk dari sumber pupuk SP-36 dari berbagai produk di pasaran. Pupuk yang akan dipasarkan untuk keperluan sektor  pertanian harus memenuhi standar mutu dan terjamin efektivitasnya serta wajib didaftarkan kepada Direktorat Pupuk.
Dalam rangka mendukung terlaksananya pengujianmutu dan uji efektivitas ini diperlukan adanya standarisasi metode pengujian berupa petunjuk teknis metodologi pengujian efektivitas pupuk pada praktikum analisis bahan pertanian dan lingkungan yang berjudul Analisis Nitrogen, Fosfor, Sulfur dan Besi dari Bahan Pupuk SP-36 Fosfor merupakan unsur hara esensial.
Tanaman membutuhkan fosfor yang cukup untuk pertumbuhannya secara normal. Fosfor memiliki peranan penting dalam tanaman,yaitu berperan dalam proses fotosintesis, respirasi, membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan serta berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel.

Pupuk SP-36 mengandung 36% fosfor dalam bentuk dan dalam jumlah makro. Pupuk SP-36 berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Pupuk SP-36 memiliki beberapa keunggulan, yaitu Kandungan hara fosfor dalam bentuk tinggi yaitusebesar 36%.

Unsur hara fosfor yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnyalarut dalam air. Tidak bersifat higroskopis, sehingga dapat disimpan cukup lama dalamkondisi penyimpanan yang baik. Karena peranan fosfor sangat penting pada tanaman,maka perlu dilakukan analisis fosfor pada pupuk SP-36.

Spesifikasi
Kadar P2O5 total minimal 36%
Kadar P2O5 larut Asam Sitrat minimal 34%
Kadar P2O5 larut dalam air minimal 30%
Kadar air maksimal 5%
Kadar Asam Bebas sebagai H3PO4 maksimal 6%
Bentuk butiran
Warna abu-abu
Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg

Sifat, manfaat dan keunggulan pupuk SP 36
Tidak higroskopis
Mudah larut dalam air
Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
Memacu pertumbuhan akar dan sistim perakaran yang baik
Memacu pembentukan bunga dan masaknya buah/biji
Mempercepat panen
Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan

Cara penggunaan pupuk SP 36

Untuk tanaman semusim, pupuk SP 36 sebaiknya digunakan sebagai pupuk dasar. Sedangkan untuk tanaman tahunan diberikan pada awal atau akhir musim hujan atau segera setelah panen

Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya. Reaksi dasarnya sebagai berikut:
           Ca3(PO4)2CaF  +  H3PO4 --> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF



Alat & Bahan                                    :

v   Alat             
v Gelas Piala 100 , 300 ml
v Gelas Ukur 10 ml
v Neraca Digital
v Kaki Tiga
v Corong 
v Pengaduk 
v Cawan Porselin
v Tanur 
v Eksikator
v Kertas Saring

v Bahan            
v Pupuk TSP
v Aquadest Panas
v NH4Cl 2M
v Campuran Magnesia
v HCl 1:1
v Indikator PP
v NH4OH (1:10) & (1:20)

Cara Kerja                           : 
1.     Ditimbang pupuk TSP + 1 g.
2.     Dilarutkan dengan aquadest kedalam gelas piala kemudian dipanaskan.
3.     Saring dengan kertas saring berlipat.
4.     Endapan dicuci dengan 3×10 ml aquadest panas
5.     Filtrat ditampung lalu, ditambahkan NH4Cl 2M + 10 mL.
6.     Ditambahkan campuran Magnesia 10 mL, jika keruh ditambahkan HCl 1:1 hingga larut
7.     Dibubuhi indikator PP kemudian endapkan dengan NH4OH 1:10 berlebih, hingga larutan berwarna merah muda seulas.
8.     Didinginkan dalam es
9.     Lalu, disaring dan dicuci hingga bebas Cl- dengan NH4OH 1:20
10.                        Endapan dikeringkan dalam oven (T=1050C)
11.                        Endapan diperarang, dipijarkan, didinginkan, dan timbang hingga bobot tetap.
12.                        Menghitung kadar P2O5 dalam air       


Pengamatan                       :
1.     Bobot cawan kosong          :  25, 2542 Gram
2.     Bobot cawan + abu            :  24, 9130 Gram
3.     Bobot Abu                          :  0,3412 Gram
4.     Bobot sample                     :  2,0312 Gram

Perhitungan                           :

Kadar  P205         =   Mr/Ar x Bobot abu  X 100%
                                       Mg Sampel
                  
=   142/222 x 0,3412 g  X 100%
          2,0312  g

= 10,74 %

Kesimpulan                   :
         
          Dari hasil pengamatan dan pehitungan dapat disimpulkan bahwa :
kadar P2O5 yang larut dalam air adalah  sebesar  10,74 %

Lembar Pengesahan     :

Penetapan Kadar Asam Bebas pada Pupuk



Penetapan Kadar Asam Bebas pada Pupuk  
LAPORAN  LENGKAP
          
Nama                                      :  MUHAMMAD HASYUM
Kelas/Nis                               :  III.A / 124840
Kelompok                              :  A.1
Tanggal Mulai                       :  17 Maret 2015
Tanggal Selesai                     :  17 Maret 2015  
Judul Penetapan                   :   Penentuan Kadar Asam bebas pada pupuk TSP
Tujuan Penetapan                :   Untuk mengetahui kadar asam bebas da pupuk TSP
 Dasar Prinsip                        :Keasaman bebas dapat dititrasi langsung dengan NaOH 0,1 N dengan indicator MM dan MB (1:1)
Landasan Teori                      :    PUPUK
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhKRczDGjZSeLmAjwV7fDGN4sSWawAZKoGphfXq8EUEQVlZRihyLdg7NsbHXhMAL_t1KWuOCe53zXRXZYylCDyulYTsf_G6E42h9nx-nGsRgwh_omY3swP9DVnCIwfIaHW-9ujRgCrp88/s1600/jual-pupuk.jpg
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.[1] Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen sepertihormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.
Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Macam-macam pupuk
Dalam praktik sehari-hari, pupuk biasa dikelompok-kelompokkan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu berdasarkan sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya.
a.    Pupuk berdasarkan sumber bahan
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami (misal pupuk kandang dan kompos) dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.
b.    Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

c.    Pupuk berdasarkan kandungannya
Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro (micronutrients). Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang juga diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan.

ü    PUPUK TSP
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlEhkNcUCmgNMJ1KzzVL2z2IdhcdR-tbGsgW1pPdA23ng8zRGmdq5gBYQXfFb2bnDJMfvPXFiaUfx9_H9Dxv_zN5q6Wk3jV76RuoVsCW5yftjfm8_lGwqBkd-OmRbb0OAhAS3r6iueLwE/s1600/743456_triple-super-phosphate.jpg
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya



ü MACAM” SUPERFOSFAT
            Ada beberapa macam superfosfat, antara lain:
1. NORMAL SUPERFOSFAT (OSP)
            Normal superfosfat (OSP) dapat  dihasilkan reaksi stokiometri antara batu fosfat (Ca5 (PO4)3F2) dengan fosfat asam sulfat (H2SO4) dan penambahan air (H2O)
2. DOUBLE SUPERFOSFAT (DSP)
            Double Superfosfat adalah  suatu  fosfat yang tidak  mengandung gips (tidak terbentuk gips pada akhir proses). Disebut double karena  kadar P2O5 jauh lebih besar dari kadar superfosfat yang normal. Double superfosfat diperoleh melalui reaksi antara batu  fosfat dengan asam fosfat dan air.
3. TRIPLE SUPERFOSFAT (TSP)
            Triple Superfosfat dibuat dengan mengasamkan batuan  fosfat oleh asam fosfat. Triple superfosfat mengandung P2O5 berkisar 46-50%. Dalam triple superfosfat ini tidak berbentuk gips (CaSO4).
            Pupuk superfosfat adalah pupuk fosfat buatan berbentuk gelintiran (glanular) yang komponen utamanya mengandung unsur hara fosfor berupa monokalsium fosfat.
            Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 ,SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah.

ü KEUNGGULAN PHOSPHATE SP-36
1.     Memberikan keseimbangan pertumbuhan terhadap tanaman karena tersediannya unsur yang diperlukan secara berimbang terutama P2O5
2.     Tidak higroskopis
3.     Mudah larut dalam air
4.     Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
5.     Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
6.     Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama,penyakit dan kekeringan.
7.     Memacu pertumbuhan akar dan pertumbuhan sistem perakaran yang baik sehingga dapat mengambil / menyerap unsur hara lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman lebih sehat dan kuat
8.     Mengiatkan pertumbuhan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
9.     Mempercepat pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
10.                        Memacu metabolisme tanaman antara lain karbohidrat, lemak, dan pemindahan energi

Alat    :    
1. Neraca digital
2. Erlenmeyer
3. Pipet volume
4. Pipet tetes
5. Buret
6. Corong
7. Penyangga buret
8. Kain Lap
9. Labu ukur

Bahan :
         ·         Pupuk TSP
·         Indikator  MM:MB (1:1)
·         Aquadest
·         NaOH 0.1 N

 Cara kerja :
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

2.Ditimbang± 5 gram contoh kedalam labu ukur 100 ml.

3.Dilarutkan dengan air panas dan diimpitkan hingga tanda garis.

4.Dipipet 25 ml larutan ini ke dalam erlenmeyer dan dibubuhi indikator BTB.

5.Dititar dengan NaOH 0,1 N.

Pengamatan              :
Bobot sample        : 5.0163 g

Normalitas NaOH  :  0.1 N

Volume penitar    :  2.80 ml
Warna Titik Akhir : Hijau

Perhitungan :
  Kadar asam bebas    = fp x V NaOH × M NaOH × Mr H3pO4  ×100%             
                                                  mg Contoh
                                   = 100/25 x 2.80 ml × 0,0960 mol/L × 97 mg/mmol ×100%
                                                 5016,3 mg
                                   = 2.08 %
Kesimpulan : Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa kadar asam bebas pada pupuk TSP adalah 2.08 %




Makassar, 17 Maret  2015

Daftar Pustaka                     :

Penetapan Kadar Amonia Bebas pada Pupuk Urea


Penetapan Kadar Amonia Bebas pada Pupuk Urea
LAPORAN  LENGKAP
          
Nama                                     :  MUHAMMAD HASYIM
Kelas/Nis                               :  III.A / 124840
Kelompok                             :  A1.3
Tanggal Mulai                       :  17 Maret 2015
Tanggal Selesai                     :  17 Maret  2015   
Judul Penetapan                  :   Penentuan Kadar Amonia bebas pada pupuk Urea Tujuan Penetapan
Tujuan                                    :Untuk mengetahui kadar ammonia bebas pada pupuk Urea
 Dasar Prinsip                        :Sampel dianalisa dengan metode volumetri
dimana larutan sampel dititar dengan larutan standar asam ( HCl )
Landasan Teori             :
ü    PUPUK
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVj6CBaJ8UY0S8m-JunwmiVEyo7vd_XHvau2bGfWteMcFtOt36l-RiFxrhNr2h4ODMxb3nXZ0HDXDcPJz1lfBbB5jWdzov4G8Z7SM702X4L5t99w9hb-unMHf2kNOdDk_4Eko6w8sMFRA/s1600/jual-pupuk.jpg


Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.[1] Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen sepertihormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.
Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Macam-macam pupuk
Dalam praktik sehari-hari, pupuk biasa dikelompok-kelompokkan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu berdasarkan sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya.
a.    Pupuk berdasarkan sumber bahan
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami (misal pupuk kandang dan kompos) dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.
b.    Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.


c.    Pupuk berdasarkan kandungannya
Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro (micronutrients). Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang juga diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan.

ü    "PUPUK UREA"
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKZ7ZPi1ItRBM96JkFQVMT3j8X4jYWAqyh4yEBj_9SMGRYdI1pTFWfGvQmfvK__FroTwxkcPr2XrmlifwCiHfw9X7IyophRZSJOBs0JjZZLA6uM_ejfKPngHIjEdlVga5s7bf0j5QorFg/s1600/pupuk-urea_.jpg
         Sekitar 90% urea industri digunakan sebagai pupuk kimia. Urea dalam bentuk butiran curah (prill) digunakan dalam pertaniansebagai pupuk kimia pemasok unsur nitrogen. Di tanah, urea akan terhidrolisis dan melepaskan ion amonium. Kandungan N pada urea adalah 46%, tetapi yang tergunakan oleh tanaman biasanya separuhnya.
         Karena penting dalam pembangunan pertanian, pupuk urea seringkali disubsidi oleh pemerintah suatu negara, termasuk Indonesia. Di pasaran Indonesia, pupuk urea dipasarkan dalam dua bentuk: bersubsidi (berwarna merah muda, digunakan untuk bantuan pembangunan) dan tidak bersubsidi (berwarna putih, untuk dipasarkan secara komersial).
        Pupuk urea dihasilkan sebagai produk samping pengolahan gas alam atau pembakaran batu bara. Karbon dioksida yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut lalu dicampur dengan amonia melalui proses Bosch-Meiser. Dalam suhu rendah, amonia cair dicampur dengan es kering (karbondioksida) menghasilkan amonium karbamat. Selanjutnya, amonium karbamat dicampur dengan air ditambah energi untuk menghasilkan urea dan air.

ü    AMONIA
Amonia adalah bahan kimia dengan formula kimia NH3. Molekul amonia mempunyai bentuk segi tiga. Amonia terdapat di atmosfer dalam kuantiti yang kecil akibat pereputan bahan organik. Amonia juga dijumpai di dalam tanah, dan di tempat berdekatan dengan gunung berapi. Oleh karena itu, pada suhu dan tekanan piawai, amonia adalah gas yang tidak mempunyai warna (lutsinar) dan lebih ringan dari pada udara (0.589 ketumpatan udara). Titik leburnya ialah -75 °C dan titik didihnya ialah -33.7 °C. 10% larutan amonia dalam air mempunyai pH 12. Amonia dalam bentuk cair mempunyai muatan yang sangat tinggi. Amonia cair terkenal dengan sifat keterlarutannya. Ia boleh melarutkan logam alkali dengan mudah untuk membentuk larutan yang berwarna dan mengalirkan elektrik dengan baik. Amonia dapat larut dalam air. Larutan amonia dengan air mempunyai sedikit amonium hidroksida (NH4OH). 100 dm3 amoniapun dapat berpadu dengan 100 cm3 air. Amonia tidak menyokong pembakaran, dan tidak akan terbakar kecuali dicampur dengan oksigen, di mana amonia terbakar dengan nyalaan hijau kekuningan muda. Amonia dapat meletup jika dicampur dengan udara. Amonia diperoleh dengan cara menyulingkan tumbuhan dan hewan yang mengandung nitrogen. Atau dengan mereaksikan garam-garam amonium dengan hidroksida alkali.Amonium juga diperoleh dengan mereaksikan magnesium nitrit (Mg3N2) dengan air.
Mg3N2(S) + 6H2O(l)         ——>       3Mg(OH)2(s)+2NH3
Amonia (NH3) dan garam-garamnya bersifat mudah larut dalam air. Sumber amonia di perairan adalah pemecahan nitrogen organik (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat di dalam tanah dan air, yang berasal dari dekomposisi bahan organic oleh mikroba dan jamur (amonifikasi). Sumber amonia adalah reduksi gas nitrogen yang berasal dari proses difusi udara atmosfer, limbah industri dan domestik. Amonia yang terdapat dalam mineral masuk ke badan air melalui erosi tanah. Selain terdapat dalam bentuk gas, amonia membentuk senyawa kompleks dengan beberapa ion-ion logam. Amonia juga dapat terserap kedalam bahan-bahan tersuspensi dan koloid sehingga mengendap di dasar perairan. Amonia di perairan dapat menghilang melalui proses volatilisasi karena tekanan parsial amonia dalam larutan meningkat dengan semakin meningkatnya pH. Ikan tidak bisa bertoleransi terhadap kadar amonia bebas yang terlalu tinggi karena dapat mengganggu proses pengikatan oksigen oleh darah dan pada akhirnya dapat meningkatkan sifokasi. Pada budidaya intensif, yang padat penebaran tinggi dan pemberian pakan sangat intensif, penimbunan limbah kotoran terjadi sangat cepat.
Gas amonia juga merupakan salah satu gas pencemar udara yang dihasilkan dari penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme seperti dalam proses pembuatan kompos, dalam industri peternakan, dan pengolahan sampah kota. Amonia (gas) itu terdiri dari hidrogen dan nitrogen yang biasanya perbandingan molarnya 3:1, ada metan, argon, dan CO2. Amonia disintesis dengan reaksi reversibel antara hidrogen dengan nitrogen.
Seperti halnya reaksi revesibel lain, reaksi pembentukan amonia juga menghabiskan tenaga dan pikiran untuk mengatur reaksi dengan jumlah amonia pada kestimbngn pada berbagai macam temperatur dan tekanan. Yang pasti berhubungan dengan konstanta kesetimbangan reaksinya. Kp (konstanta kesetimbangan) tersebut tidak hanya bergantung pada temperatur dan tekanannya, tapi juga perbandingan komposisi nitrogen dan hidrogen. Sumber nitrogen itu biasanya udara. Dan sumber hidrogen biasanya di dapat dari berbagai jenis bahan mentah seperti air, hidrokarbon ringan atau berat, hasil dari pemurnian minyak mentah, gas alam, maupun kombinasi dari bahan-bahan itu yang memiliki kandungan hidrogennya. Amonia juga dapat berasal dari sumber antrophogenik (akibat aktifitas manusia) seperti industri pupuk urea, industri asam nitrat dan dari kilang minyak (Dwipayani, 2001).
  C.     Keberadaannya di Perairan
            Amonia (NH3) pada suatu perairan berasal dari urin dan feses yang dihasilkan oleh ikan. Kandungan amonia ada dalam jumlah yang relatif kecil jika dalam perairan kandungan oksigen terlarut tinggi. Sehingga kandungan amonia dalam perairan bertambah seiring dengan bertambahnya kedalaman. Pada dasar perairan kemungkinan terdapat amonia dalam jumlah yang lebih banyak dibanding perairan di bagian atasnya karena oksigen terlarut pada bagian dasar relatif lebih kecil (Welch, 1952 dalam Setiawan, 2006). Menurut Jenie dan Rahayu (1993) dalam Marlina (2004), konsentrasi amonia yang tinggi pada permukaan air akan menyebabkan kematian ikan yang terdapat pada perairan tersebut. Toksisitas amonia dipengaruhi oleh pH yang ditunjukkan dengan kondisi pH rendah akan bersifat racun jika jumlah amonia banyak, sedangkan dengan kondisi pH tinggi hanya dengan jumlah amonia yang sedikit akan bersifat racun juga. Selain itu, pada saat kandungan oksigen terlarut tinggi, amonia yang ada dalam jumlah yang relatif kecil sehingga amonia bertambah seiring dengan bertambahnya kedalaman (Welch, 1952 dalam Setiawan, 2006). Kadar amonia pada perairan alami biasanya kurang dari 0,1 mg/liter. Kadar amonia bebas yang tidak terionisasi pada perairan tawar sebaiknya tidak lebih dari 0,2 mg/liter. Jika kadar amonia bebas lebih dari 0,2 mg/liter, perairan bersifat toksik bagi beberapa jenis ikan. Kadar amonia yang tinggi dapat merupakan indikasi adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik, industri, dan limpasan pupuk pertanian. Kadar amonia yang tinggi juga dapat ditemukan pada dasar danau yang mengalami kondisi tanpa oksigen atau anoxic (Effendi, 2003). Menurut Boyd (1990), amonia dapat meningkatkan kebutuhan oksigen pada insang dan jaringan tubuh yang mengalami kerusakan, dan menurunkan kemampuan darah dalam membawa oksigen. Dalam kondisi kronik, peningkatan amonia dapat menyebabkan timbulnya penyakit dan penurunan pertumbuhan. Pescod (1973) menyarankan agar kandungan amonia dalam suatu perairan tidak lebih dari 1 mg/l, yaitu agar kehidupan ikan menjadi normal.
  D.    Sifat-sifat Fisik
Adapun sifat-sifat fisik dari amoniak yaitu:
1.      Gas tidak berwarna
2.      berbau khas amoniak
3.      iritan
4.      mudah larut dalam air.
5.      Ambang bau : 0.32 – 46.8 ppm
6.      Titik leleh : -77.7 oC
7.      Titik didih : -33.4 oC
8.      Tekanan Uap : 400 mmHg (-45,4 oC)
9.      Kelarutan dalam air : 31 g/100g (25 oC)
10.  Berat jenis : 0.682 (-33,4 oC)
11.  pH (1,0 N larutan) : 11.6
12.  kelarutan : etanol 10% (25oC); methanol 16% (25oC)
13.  Berat jenis uap : 0.6 (udara=1)
14.  Suhu kritis : 133 oC
  E.     Manfaat
Adapun manfaat dari ammoniak yaitu:
1.      Untuk pembuatan pupuk, terutama urea dan ZA (Zwavelzur amonium = amonium sulfat)
NH3(g) + CO2(g)                        CO(NH2)2(aq) + panas
NH3(g) + H2SO4                       (NH4)2SO4(aq)
Pembuatan pupuk dengan cara Haber-Bosch yaitu dengan cara ammonia dibuat dalam skala besar dari nitrogen yang diperoleh dari udara, ditambah hydrogen (sebagian besar diproduksi dari metana yang terjadi secara alami) yang menjadi campuran nitrogen dan hydgrogen bertekanan tinggi. Kemudian didaur ulang sehingga amoniak terbentuk dan dibiarkan hingga terjadi proses pengembunan sehingga terbentuk amoniak cair (NH3) yang siap dipindahkan untuk diolah menjadi pupuk. Namun sebelum amoniak diproduksi melalui proses Haber-Bosch, sumber utama senyawa nitrogen untuk industry adalah mineral yang harus ditambang dan diangkat sejauh ribuan kilometer.
Untuk membuat senyawa nitrogen yang lain, seperti asam nitrat, amonium klorida, amonium nitrat.
NH3(g) + 5 O2(g)                        4 NO(g) + 6 H2O(g)
NH3(g) + HCl(aq)                       NH4Cl(aq)
NH3(g) + HNO3(aq)                    NH4NO3(aq)
2.      Untuk membuat hidrazin.
NH3(g) +     NaOCl(aq)              N2H4(l) + NaCl(s) + H2O(l)
Hidrazin merupakan salah satu senyawa nitrogen yang digunakan sebagai bahan bakar roket.
3.      Dalam pabrik es, amonia cair digunakan sebagai pendingin (refrigerant) karena amonia cair mudah menguap dan akan menyerap panas sehingga menimbulkan efek pembekuan.
4.      Sebagai bahan peledak
5.      Bahan pembuatan baterai
6.      Campuran dalam produk cat rambut dan obat pelurusan rambut.
Alat    :
     ·         Erlenmeyer
·         Spatula
·         Neraca
·         Pipet tetes
·         Buret
·         Statif
Bahan :
       ·         Pupuk Urea
·         Indikator  MM:MB (1:1)
·         Aquadest
·         HCl 0.02 M

 Cara kerja :
-Ditimbang 5 gram contoh ke dalam erlenmeyer

-Dibubuhi air,dilarutkan 25 ml lalu dihomogenkan

-Dibubuhi indikator MM : Mb ( 1 : 1 )

-Dititar dengan HCl 0,02 N sampai titik akhir (hijau-biru)
Pengamatan              :
Bobot sample        : 5.0168 g

Normalitas HCl    :  0.02 N

Volume penitar    :  8.7 ml
Warna Titik Akhir : Hijau
Perhitungan :

Kadar NH3  = V HCl  x  N HCl  x Bst NH3  x 100 %
                                          mg contoh

                     = 8.70 ml x 0,02 meq/ml x 17 mg/meq  x 100 %
                                                5016.8 mg
                   = 0.06 %
Kesimpulan : Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa kadar ammonia bebas pada pupuk urea adalah 0.06 %




 Makassar, 17 Maret 2015


Daftar Pustaka                     :