Minggu, 31 Mei 2015

Penetapan Kadar Asam Bebas pada Pupuk



Penetapan Kadar Asam Bebas pada Pupuk  
LAPORAN  LENGKAP
          
Nama                                      :  MUHAMMAD HASYUM
Kelas/Nis                               :  III.A / 124840
Kelompok                              :  A.1
Tanggal Mulai                       :  17 Maret 2015
Tanggal Selesai                     :  17 Maret 2015  
Judul Penetapan                   :   Penentuan Kadar Asam bebas pada pupuk TSP
Tujuan Penetapan                :   Untuk mengetahui kadar asam bebas da pupuk TSP
 Dasar Prinsip                        :Keasaman bebas dapat dititrasi langsung dengan NaOH 0,1 N dengan indicator MM dan MB (1:1)
Landasan Teori                      :    PUPUK
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhKRczDGjZSeLmAjwV7fDGN4sSWawAZKoGphfXq8EUEQVlZRihyLdg7NsbHXhMAL_t1KWuOCe53zXRXZYylCDyulYTsf_G6E42h9nx-nGsRgwh_omY3swP9DVnCIwfIaHW-9ujRgCrp88/s1600/jual-pupuk.jpg
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.[1] Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen sepertihormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.
Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Macam-macam pupuk
Dalam praktik sehari-hari, pupuk biasa dikelompok-kelompokkan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu berdasarkan sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya.
a.    Pupuk berdasarkan sumber bahan
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami (misal pupuk kandang dan kompos) dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.
b.    Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

c.    Pupuk berdasarkan kandungannya
Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro (micronutrients). Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang juga diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan.

ü    PUPUK TSP
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlEhkNcUCmgNMJ1KzzVL2z2IdhcdR-tbGsgW1pPdA23ng8zRGmdq5gBYQXfFb2bnDJMfvPXFiaUfx9_H9Dxv_zN5q6Wk3jV76RuoVsCW5yftjfm8_lGwqBkd-OmRbb0OAhAS3r6iueLwE/s1600/743456_triple-super-phosphate.jpg
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%, namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses. Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya



ü MACAM” SUPERFOSFAT
            Ada beberapa macam superfosfat, antara lain:
1. NORMAL SUPERFOSFAT (OSP)
            Normal superfosfat (OSP) dapat  dihasilkan reaksi stokiometri antara batu fosfat (Ca5 (PO4)3F2) dengan fosfat asam sulfat (H2SO4) dan penambahan air (H2O)
2. DOUBLE SUPERFOSFAT (DSP)
            Double Superfosfat adalah  suatu  fosfat yang tidak  mengandung gips (tidak terbentuk gips pada akhir proses). Disebut double karena  kadar P2O5 jauh lebih besar dari kadar superfosfat yang normal. Double superfosfat diperoleh melalui reaksi antara batu  fosfat dengan asam fosfat dan air.
3. TRIPLE SUPERFOSFAT (TSP)
            Triple Superfosfat dibuat dengan mengasamkan batuan  fosfat oleh asam fosfat. Triple superfosfat mengandung P2O5 berkisar 46-50%. Dalam triple superfosfat ini tidak berbentuk gips (CaSO4).
            Pupuk superfosfat adalah pupuk fosfat buatan berbentuk gelintiran (glanular) yang komponen utamanya mengandung unsur hara fosfor berupa monokalsium fosfat.
            Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 ,SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah.

ü KEUNGGULAN PHOSPHATE SP-36
1.     Memberikan keseimbangan pertumbuhan terhadap tanaman karena tersediannya unsur yang diperlukan secara berimbang terutama P2O5
2.     Tidak higroskopis
3.     Mudah larut dalam air
4.     Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman
5.     Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
6.     Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama,penyakit dan kekeringan.
7.     Memacu pertumbuhan akar dan pertumbuhan sistem perakaran yang baik sehingga dapat mengambil / menyerap unsur hara lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman lebih sehat dan kuat
8.     Mengiatkan pertumbuhan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
9.     Mempercepat pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
10.                        Memacu metabolisme tanaman antara lain karbohidrat, lemak, dan pemindahan energi

Alat    :    
1. Neraca digital
2. Erlenmeyer
3. Pipet volume
4. Pipet tetes
5. Buret
6. Corong
7. Penyangga buret
8. Kain Lap
9. Labu ukur

Bahan :
         ·         Pupuk TSP
·         Indikator  MM:MB (1:1)
·         Aquadest
·         NaOH 0.1 N

 Cara kerja :
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

2.Ditimbang± 5 gram contoh kedalam labu ukur 100 ml.

3.Dilarutkan dengan air panas dan diimpitkan hingga tanda garis.

4.Dipipet 25 ml larutan ini ke dalam erlenmeyer dan dibubuhi indikator BTB.

5.Dititar dengan NaOH 0,1 N.

Pengamatan              :
Bobot sample        : 5.0163 g

Normalitas NaOH  :  0.1 N

Volume penitar    :  2.80 ml
Warna Titik Akhir : Hijau

Perhitungan :
  Kadar asam bebas    = fp x V NaOH × M NaOH × Mr H3pO4  ×100%             
                                                  mg Contoh
                                   = 100/25 x 2.80 ml × 0,0960 mol/L × 97 mg/mmol ×100%
                                                 5016,3 mg
                                   = 2.08 %
Kesimpulan : Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa kadar asam bebas pada pupuk TSP adalah 2.08 %




Makassar, 17 Maret  2015

Daftar Pustaka                     :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar