Penetapan Kadar Asam Bebas pada Pupuk
LAPORAN LENGKAP
Nama
: MUHAMMAD HASYUM
Kelas/Nis
: III.A / 124840
Kelompok
: A.1
Tanggal Mulai
: 17
Maret 2015
Tanggal Selesai
: 17 Maret 2015
Judul Penetapan
: Penentuan Kadar Asam
bebas pada pupuk TSP
Tujuan Penetapan
: Untuk mengetahui kadar asam bebas
da pupuk TSP
Dasar
Prinsip
:Keasaman bebas dapat dititrasi
langsung dengan NaOH 0,1 N dengan indicator MM dan MB (1:1)
Landasan
Teori
: PUPUK
Pupuk adalah material yang ditambahkan pada
media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman
sehingga mampu berproduksi dengan baik.[1] Material pupuk dapat berupa bahan
organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk
mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman,
sementara suplemen sepertihormon tumbuhan membantu kelancaran proses
metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat
ditambahkan sejumlah material suplemen.
Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan
kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat
makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi
tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah
satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Macam-macam pupuk
Dalam praktik sehari-hari, pupuk biasa
dikelompok-kelompokkan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu berdasarkan
sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya.
a. Pupuk berdasarkan sumber bahan
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua
kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami (misal pupuk kandang
dan kompos) dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik mencakup semua
pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan,
sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari
bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada
pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik
sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia
dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara
efektif.
b. Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan
menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk
onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam
bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media
tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.
c. Pupuk berdasarkan kandungannya
Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan
kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu
unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang
diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena
mengandung hara mikro (micronutrients). Beberapa merk pupuk majemuk modern
sekarang juga diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk
meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan.
ü PUPUK TSP
Pupuk TSP adalah nutrient anorganik yang
digunakan untuk memperbaiki hara tanah untuk pertanian. TSP artinya triple
super phosphate. Rumus kimianya Ca(H2PO4). Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46%,
namun di lapangan bisa mencapai 56 %. TSP dibuat dengan sistem proses.
Pada pembuatannya, batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan
asam fosfat hasil proses sebelumnya
ü MACAM” SUPERFOSFAT
Ada
beberapa macam superfosfat, antara lain:
1. NORMAL SUPERFOSFAT (OSP)
Normal
superfosfat (OSP) dapat dihasilkan reaksi stokiometri antara batu
fosfat (Ca5 (PO4)3F2) dengan fosfat asam sulfat (H2SO4) dan penambahan air
(H2O)
2. DOUBLE SUPERFOSFAT (DSP)
Double
Superfosfat adalah suatu fosfat yang
tidak mengandung gips (tidak terbentuk gips pada akhir proses).
Disebut double karena kadar P2O5 jauh lebih besar dari kadar
superfosfat yang normal. Double superfosfat diperoleh melalui reaksi antara
batu fosfat dengan asam fosfat dan air.
3. TRIPLE SUPERFOSFAT (TSP)
Triple
Superfosfat dibuat dengan mengasamkan batuan fosfat oleh asam
fosfat. Triple superfosfat mengandung P2O5 berkisar 46-50%. Dalam triple
superfosfat ini tidak berbentuk gips (CaSO4).
Pupuk
superfosfat adalah pupuk fosfat buatan berbentuk gelintiran (glanular) yang
komponen utamanya mengandung unsur hara fosfor berupa monokalsium fosfat.
Kandungan
unsur haranya dalam bentuk P2O5 ,SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari
TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan
menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan
pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman
rendah.
ü KEUNGGULAN PHOSPHATE SP-36
1. Memberikan
keseimbangan pertumbuhan terhadap tanaman karena tersediannya unsur yang
diperlukan secara berimbang terutama P2O5
2. Tidak
higroskopis
3. Mudah larut
dalam air
4. Sebagai sumber
unsur hara Fosfor bagi tanaman
5. Memperbesar
prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji
6. Menambah daya
tahan tanaman terhadap gangguan hama,penyakit dan kekeringan.
7. Memacu pertumbuhan
akar dan pertumbuhan sistem perakaran yang baik sehingga dapat mengambil /
menyerap unsur hara lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman lebih sehat dan
kuat
8. Mengiatkan
pertumbuhan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
9. Mempercepat
pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
10. Memacu
metabolisme tanaman antara lain karbohidrat, lemak, dan pemindahan energi
Alat :
1. Neraca digital
1. Neraca digital
2. Erlenmeyer
3. Pipet volume
4. Pipet tetes
5. Buret
6. Corong
7. Penyangga buret
8. Kain Lap
9. Labu ukur
Bahan :
· Pupuk TSP
· Pupuk TSP
· Indikator
MM:MB (1:1)
· Aquadest
· NaOH
0.1 N
Cara kerja :
1.Menyiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan.
2.Ditimbang± 5 gram contoh kedalam labu ukur
100 ml.
3.Dilarutkan dengan air panas dan diimpitkan
hingga tanda garis.
4.Dipipet 25 ml larutan ini ke dalam
erlenmeyer dan dibubuhi indikator BTB.
5.Dititar dengan NaOH 0,1 N.
Pengamatan
:
Bobot sample :
5.0163 g
Normalitas NaOH : 0.1 N
Volume penitar : 2.80 ml
Normalitas NaOH : 0.1 N
Volume penitar : 2.80 ml
Warna Titik Akhir : Hijau
Perhitungan :
Kadar asam bebas = fp x V NaOH × M NaOH × Mr H3pO4 ×100%
Kadar asam bebas = fp x V NaOH × M NaOH × Mr H3pO4 ×100%
mg Contoh
= 100/25 x 2.80 ml × 0,0960 mol/L × 97 mg/mmol
×100%
5016,3 mg
= 2.08 %
Kesimpulan : Dari hasil pengamatan dapat
disimpulkan bahwa kadar asam bebas pada pupuk TSP adalah 2.08 %
Makassar, 17 Maret 2015
Daftar Pustaka
:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar